Cara Menanam Labu Siam Agar Hasil Panen Lebih Maksimal

Cara Menanam Labu Siam – Labu siam merupakan tanaman yang mudah tumbuh di berbagai macam tanah. Sehingga tanaman ini pun tersebar ke berbagai negara di Dunia, dari derah beriklim tropis sampai daerah subtropis. Dari daerah dataran rendah dengan hawa panas sampai dataran tinggi dengan hawa dingin.

Tanaman ini bisa tumbuh dengan baik di daerah yang berbeda-beda, karena tanaman ini bisa beradaptasi terhadap cuaca dengan baik.

Tanaman ini mampu mengantisipasi kelebihan air pada musim hujan dan juga mampu mengantisipasi kurangnya air pada musim kemarau. Maka dari itu, labu siam bisa tumbuh optimal pada tanah basah dan tanah kering, bertanah gembur yang kaya bahan organik dengan drainase dan aerasi yang baik.

Untuk membudidayakan labu siam dengan hasil yang banyak dan bagus, inilah tahapan cara menanam labu siam yang baik dan benar yang perlu di lakukan:

Pengolahan Tanah Sebelum Menanam Labu Siam

pengolahan tanah untuk menanam labu siam
kata.co.id

Membudidayakan sayuran tergolong mudah. Sebagaimana pada budidaya tanaman lainnya, langkah pertama ialah mengolah tanah dengan cara yang umum, yaitu dengan membalik tanah dan menyeimbangkan unsur haranya.

Tanaman labu siam butuh para-para dalam pertumbuhannya, maka buatlah para-para setinggi +/- 220 cm dengan tiang pancang 3 m x 5 m. Untuk bagian atasnya bisa menggunakan bambu atau kayu-kayu kecil lainnya. Adapun panjang dan lebar para-para dapat anda sesuaikan dengan lahan yang tersedia.

Sebelum melakukan penanaman, buatlah lubang tanam berukuran 40 cm x 40 cm dengan kedalaman 20 cm. Agar pertumbuhan tanaman lebih baik, buatlah jarah antara setiap lubang tanam 3 m dan antar baris 5 m. Untuk kerapatan tanaman antara 1200-1500 tanaman per hektar.

Pembibitan Labu Siam

Pembibitan labu siam sangat mudah dilakukan. Bibit bisa diperoleh dengan dari buahnya yang telah tua. Buah labu siam yang telah tua disimpan di tempat yang teduh agar bisa menghasilkan tunas dengan cepat. Setelah tunasnya tumbuh mencapai 10 – 30 cm dengan daun sekitar 3 – 4 helai, bibit sudah siap dipindahkan ke lahan yang telah disiapkan.

Selain dari buahnya, pembibitan labu siam juga bisa dilakukan dengan biji-biji pada buahnya yang sudah sangat tua. Biji-biji tersebut dipisahkan dari buahnya, lalu disemaikan di tempat yang lembab sampai berubah menjadi kecambah dan mengeluarkan tunas baru. Jika tunas sudah tumbuh lebih dari 20 cm, benih sudah siap di untuk dipindahkan ke lahan tanaman.

Cara Menanam dan Memelihara Labu Siam

budidaya labu siam

Ada beberapa proses dan tahap yang harus diperhatikan dalam penanaman labu siam yang baik:

Menanam Bibit Labu Siam

1. Memasukkan benih dengan tunas yang telah mencapai 10 – 30 cm ke dalam lubang tanam yang telah kita siapkan.

2. Memelihara Bibit Labu Siam Yang Telah Ditanam

3. Menutup benih yang telah dimasukkan ke dalam lubang tanam dengan lapisan tanah. Selanjutnya menjaga benih tersebut dari serangan berbagai hama, gulma, atau rumput liar di sekitarnya yang dapat mengganggu proses pertumbuhan benih.

4. Memeriksa Para-Para Untuk Labu Siam

5. Pastikan kekohan para-para yang telah kita buat sudah siap dijadikan sebagai tempat rambat tanaman labu siam.

6. Penyulaman Bibit Yang Mati

7. Lakukan penyulaman pada tanaman yang tumbuh tidak sehat dengan bibit baru yang umurnya diperkirakan sama, lakukan penyulaman ini seminggu setelah proses penanaman.

Penyiraman Tanaman

Lakukan penyiraman pada tanaman terutama pada saat musim kemarau. Sebaiknya penyiraman dilakukukan pagi dan sore hari, serta hindari penyiraman pada siang hari.

Pemeliharan Tanaman

Periksa kondisi di sekitar lahan ketika tanaman labu siam mulai tumbuh merambah atau menjalar. Lakukan penyiangan jika terdapat banyak gulma atau rumput liar, untuk mengurangi bahaya hama dan penyakit-penyakit tanaman lainnya, serta menghindari persaingan dalam memperebutkan unsur hara dalam tanah.

Merambatkan Tanaman Ke Para-Para

Ketika tanaman telah mengeluarkan sulur, para-para mulai difungsikan. Rambatkan sulur tanaman pada bambu atau kayu yang ditancapkan di dekat batang tanaman.

Pastikan sulur tersebut merambat dengan baik dan benar, agar bambu yang digunakan sebagai para-para ikut membantu batang dalam menyangggah beban buah saat tanaman mulai berbuah.

Pemangkasan

Lakukanlah pemangkasan pada cabang tanaman ketika tanaman telah berusia 3 – 6 minggu, agar tunas bisa menyebar dengan dengan baik.

Pertumbuhan tunas penting diperhatikan karena sangat berpengaruh pada produktivitas buah tanaman. Semakin bagus penyebaran tunas, buah juga akan lebih rata, serta pertumbuhan tanaman juga akan lebih sempurna.

Potong ujung-ujung cabang yang sudah menua dan sulit lagi untuk tumbuh memanjang, agar tunas-tunas baru bisa tumbuh dari tangkai yang dipangkas. Demikian juga dau-daun yang sudah tua, hendaknya dipotong dan dibesihkan.

Pemupukan

Lakukan pemupukan pada saat umur tanaman sudah remaja. Sebaiknya gunakan pupuk kandang atau pupuk organik. Pemupukan ini bertujuan agar tanaman bisa berbunga dengan baik dan menghasilkan buah yang banyak.

Hama Dan Penyakit Labu Siam

Ada beberapa hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman labu siam, diantara:

Penyakit Layu

Salah satu penyakit utama tanaman ini, yaitu penyakit layu yang disebabkan oleh cendawan fusarium sp. Biasa penyakit ini menyerang bibit tanaman yang baru tumbuh atau tanaman yang masih muda. Gejalanya bisa terlihat dari ujung-ujung daun yang perlahan layu dan mengerut, kemudian setelah itu mengering.

Ulat Grayak

Ulat grayak merupakan hama yang paling sering menyerang tanaman labu siam. Biasanya ulat ini memakan daun tanaman dan hanya menyisakan bagian tulang daun saja.

Ulat ini menyerang tanaman pada malam hari, dan bersembunyi dalam tanah pada siang hari. Untuk mencegah hama ini, bisa dilakukan dengan menyemprotkan azodrin dengan dosis 2 cc/liter, serta membersihkan tanaman dari berbagai jenis gulma.

Kepik

Salah satu hama yang juga sering menyerang tanaman labu jenis ini yaitu Kepik Leptoglossus australis. Hama ini biasanya menyerang tanaman pada buahnya, yaitu dengan membuat tusukan pada buah labu siam.

Ketika buah yang telah diserang kepik terkena air hujan, buah akan mudah dimasuki cendawan. Hingga akhirnya buah menjadi lembek dan busuk. Hal ini bisa diatasi dengan menyemprotkan Azodin dengan dosis seperti diatas.

Pembungaan dan Pembuahan Labu Siam

Untuk mendapatkan buah yang lebih maksimal, semprotkanlah pupuk organik cair ke bagian bunga yang akan jadi buah. Penyemprotan ini bertujuan agar agar bunga tanaman yang akan menjadi buah tidak gugur. Dengan itu, buah akan tanaman akan lebih banyak dan lebih besar.

Sebetulnya tanpa perawatan pada bunga dan buah pun, tanaman ini tetap mampu berbunga dan berbuah. Namun jika bunga dan buah dirawat, hasilnya pun akan lebih maksimal.

Panen Labu Siam Dan Pasca Panen

Tanaman labu siam siap untuk dipanen pada umur 3 – 5 bulan. Pada saat buah sudah besar dan kulitnya sudah berubah dari hijau sampai agak kekuningan atau keputihan, buah sudah siap dipanen.

Jangan panen buah saat umur buah masih terlalu muda, karena getahnya terlalu banyak. Tapi jangan juga sampai ketuaan, karena bisa merubah rasa pada buah labu siam.

Cara memanen buah labu siam ialah dengan memotong tangkai buahnya menggunakan pisau. Agar mutu tetap terjaga, berhati-hatilah saat memanen. Usahakan buah tidak terjatuh ke tanah karena kulit buah labu siam sangat tipis dan mudah lecet.

Panen selanjutnya dilakukan satu minggu sekali. Produktifitas tanaman ini bisa bertahan selama 3 – 4 tahun. Kemudian lakukan peremajaan setelah usia tanaman telah melewati usia tersebut, peremajaan tanaman bisa dilakukan dengan menanam tanaman baru.

Satu batang tanaman labu siap dapat menghasil buah sebanyak +/- 500 buah. Dalam setahun produksi labu ini dapat mencapai 8 – 10 ton/ha.

Kesimpulan

Membudidayakan sayuran ini sangatlah mudah. Anda bisa menjadikannya sebagai usaha serius yang bisa menghasilkan banyak keuntungan. Tanaman ini juga bisa anda tanam untuk kebutuhan keluarga anda, sehingga anda tidak perlu lagi ribet mencari sayuran di pasar.

Selain mudah dibudidayakan, labu siam ini mengandung banyak gizi dan manfaat untuk kesehatan. Kalau pun anda tidak sempat membudidayakan tanaman ini, usahakan untuk tetap memasukkan sayuran ini dalam menu makan keluarga anda.

Leave a Comment

%d bloggers like this: