Cara Agar Cepat Hamil

manfaat madu campur air hanga

Setiap pasangan yang sudah menikah pastinya mendambakan lahirnya seorang calon buah hati. Bahkan harapan itu datang juga dari keluarga mereka yang menginginkan hadirnya seorang cucu di keluarga besarnya. Namun, terkadang keinginan tidak sesuai dengan kenyataan.

Tidak sedikit pasangan yang harus menunggu bertahun-tahun untuk bisa hamil karena disebabkan oleh banyak faktor seperti kesuburan, tingkat stress, lingkungan, dan sebagainya.

Akibatnya mereka pun melakukan segala cara untuk bisa mengandung. Sebagian besar calon ibu juga harus bolak-balik ke dokter memeriksakan diri sampai habis puluhan juta rupiah demi melakukan program hamil.

Padahal beberapa hal secara pribadi bisa dilakukan selama proses bisa hamil tanpa harus menghabiskan banyak biaya ke dokter.

Cara agar cepat hamil setelah menikah

1. Capai berat badan ideal


Mencapai berat badan ideal sangat penting selama proses mencapai kehamilan karena untuk mendapatkan indeks masaa tubuh yang prima dan sehat.

Pada umumnya, wanita yang memiliki berat badan kurang ideal atau bisa dikatakan gemuk mengalami penurunan kualitas dalam pembuahan.

Oleh karena itu, demi memperoleh berat badan yang sesuai, maka seorang wanita perlu menjaga pola makannya. Dimulai dengan menu sarapan yang sehat, mengatur porsi makan, dan memerhatikan saat makan.

2. Kurangi aktivitas berlebih

Aktivitas berlebih membuat seorang wanita mudah lelah. Saat kondisi lelah, maka imunitas tubuh juga sedang diuji. Akhirnya kesethatan pun menurun dan jika setiap hari dipenuhi dengan pekerjaan, maka tingkat kesuburan juga menurun.

Selain itu, banyak beraktivitas juga menyebabkan kelelahan hingga seseorang malas untuk berhubungan badan karena gairah seksnya juga menurun.

3.  Hindari stress


Stress harus dijauhi bagi para calon ibu yang sedang menggalakkan program kehamilan. Sebab, gangguan pikiran sangat berpengaruh terhadap hormon dan penurunan peluang pembuahan.

Bahkan para peneliti menemukan bahwa tingkat kegelisahan seorang wanita membuatnya susah hamil yang disebabkan oleh produksi enzim alfa amilase.

Enzim tersebut bisa menjadi indikator bagaimana seorang perempuan merasakan getir atau kekhawatiran mendalam pada hidupnya.

Semakin tinggi stress yang dialami, maka semakin tinggi pula enzim yang diproduksi. Nah, kalau enzim itu tinggi, maka semakin kecil pula peluang untuk bisa mengandung.

Cara agar cepat hamil setelah haid

Setelah masa haid, wanita menganggap bahwa timing kesuburan mereka telah berlalu karena pada saat itu juga kegagalan sel telur untuk dibuahi terjadi. Namun, banyak juga pasangan yang sudah menikah percaya bahwa kesempatan setelah haid justru sangat besar.

Dalam mencapai keberhasilan mendapatkan buah hati, seorang caon ibu dan ayah yang hendak melakukan hubungan intim pasca haid, sebaiknya didukung dengan beberapa tips di bawah ini:

1. Konsumsi asam folat

Asam folat dipercaya mampu membuat seorang wanita cepat hamil karena zat tersebut akan memberikan nutrisi pada indung telur sehingga bisa terjadi pembuahan. Nah, kalau dikonsumsi oleh pria, maka produksi sel sperma juga berkualitas bagus. Intinya, apabila kedua belah pihak sama-sama berusaha, maka kesempatan dapat momongan jauh lebih besar.

2. Makan makanan bergizi

Makan-makanan bergizi sangat dianjurkan bagi seluruh pasangan yang ingin hamil karena mampu menentukan kualitas sel telur dan sperma. Sebaliknya, makanan kurang nutrisi harus dihindari karena justru bisa memberikan penyakit yang bisa menghalangi terjadinya pembuahan.

3. Mengetahui masa subur

Masa subur merupakan waktu di mana sel telur siap untuk dibuahi oleh sel sperma, yang artinya pada saat tersebut wanita dan pria dianjurkan untuk berhubungan intim. Nah, masa subur setelah haid biasanya 28 sampai 3 hari , sehingga saat hari pertama menstruasi maka itu hari pertamanya dan masa suburnya sendiri ada di hari ke-12, ke -13, sampai ke-16.

Supaya cepat hamil, pasangan juga disaranka agar tidak terlalu terbebani atau merasa tertekan karena tuntutan keluarga maupun yang lain, karena sebenarnya hal tersebut justru berdampak buruk pada saat aktivitas intim dan tingkat stress sehari-hari.